Jumat, 18 Februari 2011

Are we?

Aren't we going to win?
Are We?

Pray for US
PMWIKA




Kamis, 17 Februari 2011

Genteng Hijau SMALA

Memperbanyak usaha menjaga lingkungan adalah salah satu hal yang akan semakin hip di masa depan. Saat ini saja, sangat banyak sekali organisasi ‘hijau’ yang memang memfokuskan kegiatannya ke pemeliharaan bumi. Sudah sangat banyak juga lho inovasi teknologi yang ramah lingkungan, misalnya mobil tanpa polusi, daur ulang sampah, rumah hemat energi dan masih banyak lagi.  Nah, yang akan  kami diiaplikasikan di masa depan adalah.. atap hijau! Atau dalam bahasa inggris disebut Roof Garden. Berkebun di atas genteng yang tentu bukan tanah asli, sudah dilakukan oleh beberapa warga dunia. Misalnya ini...





Naaah, tidak ada salahnya bukan jika sekolah kami punya roof garden sendiri! Gedung Smala, sekolah kami, tidaklah terlalu tinggi, sehingga perawatan kebun ini sangat mudah. Kebun di atas genteng ini juga bisa dijadikan taman, tempat istirahat yang sejuk, karena memang saat ini Smala tidak punya taman yang benar-benar ‘taman’. Kami membayangkan bagaimana jika Smala punya roof garden, pasti akan banyak ulat-ulat jatuh dari atas. Ngeri nggak tuh?




Dengan begini, sekolah kami juga ikut membantu memperhijau dunia.
Sekian.

Peran Pelajar

Kalau sekarang kebanyakan mata uang di negara kita tercinta ini menggunakan gambar para pahlawan yang banyak membantu dalam kemerdekaan, mungkin sekarang saatnya kita para pelajar-pelajar di Indonesia memaksimalkan peran kita sebagai generasi penerus bangsa dimulai dari sekarang, dan menjadi ikon mata uang yang selanjutnya :D



*Done with Adobe Illustrator CS 3

How about BB?


Blackberry, smart phone yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di kehidupan remaja seumuran kita.
Kira-kira gimana ya nasib BB di masa mendatang, nah coba perhatikan komentar BB user berikut

Ada Dini, salah seorang Smalane yang baru saja pindah dari Banjarmasin. Dini yang sudah menggunakan BB dari kelas 1 SMA ini merasa BB akan semakin berkembang untuk kepentingan social networking. Dia sendiri merasa semakin membutuhkan BB semenjak pindah ke Surabaya, untuk berkomunikasi dengan teman-temannya yang banyak menggunakan BBM. Apalagi menurutnya pengguna BB akan semakin banyak. Tetapi Dini sendiri menyarankan iphone untuk smartphone yang selalu berkembang dan mempunyai aplikasi yang bagus.

Ada juga Wika, yang notabene salah satu pemilik blog Future Matter ini. Walaupun Wika seorang BlackBerry user, dia sendiri berpendapat BB itu sebenarnya tidak baik untuk kesehatan karena radiasinya yang tinggi, selain itu juga menimbulkan kecanduan bagi para penggunanya. Disisi lain, Wika berpendapat bahwa harga BB akan semakin murah seiring dengan banyaknya pengguna BB di masa mendatang.


Nah sementara itu. Mari kita lihat pendapat dari yang bukan BlackBerry user.
Ada Nindy Adhilah, salah seorang Smalane yang aktif di ekskul penghijauan. Menurutnya BB hanya tren sesaat toh teknologi masih akan terus berkembang. Soal kenapa Nindy memilih untuk tidak memakai BB, alasannya simpel, bentuknya yang besar dan BB terasa useless kalau tidak dipakai langganan, selain itu dia juga sudah langganan internet di rumah dan menurutnya sia-sia kalau tidak dipakai. Nindy juga mempunyai gambaran unik tentang BB. Menurutnya BB membuat yang dekat jadi jauh dan yang jauh jadi dekat. Maksudnya sekarang ini banyak sekali anak-anak remaja seumuran kita yang ketika lagi kumpul bareng teman-temannya malah asyik BBMan dengan orang lain yang ada di dunia maya. Padahal seharusnya mereka bisa menghargai orang-orang yang ada di sekitarnya

Distance

*taken by Nikon D300 edited in Photoshop CS3 for contrast and black and white effect

"I’m not a big believer in long-term planning and far-off goals. In fact, I generally set 3-month and 6-month dreamlines. The variables change too much and in-the-future distance becomes an excuse for postponing action."

-Timothy Ferris-

Selasa, 15 Februari 2011

Timeless poem

*Drawn and colored by Wika

Ibuku pernah berkata
Dulu, orang-orang selalu.. membantu dengan gembira
Dengan senang hati dan... lapang dada

Hari ini kukatakan padamu
Orang-orang mungkin ada maunya dalam membantu
Entah itu uang atau perlakuan khusus darimu

Hidup Ibu dan aku sungguh berbeda
Meski se abad pun bukan jarak kita
Aku hanya membayangkan,
Entah apa yang akan dikatakan anakku di masa depan

Dua jalan, dua angin 
Kita tak mampu menentukan arah mereka
Tapi kita dapat menentukan tujuan bersama
Masa depan penuh persahabatan & senyuman
Atau... dunia penuh keegoisan

-Habiibati Bestari-

Sabtu, 12 Februari 2011

UG SMALA

*taken by Nikon D40x-infrared-modified using fisheye lens

                Inilah lapangan parkir sekolah kami 30 menit setelah bel pulang sekolah berbunyi. Yap, masih banyak mobil-mobil yang belum menghilang dari sana, anak-anak juga masih sibuk dengan kegiatan after school mereka masing-masing, intinya Smala tidak akan sepi walaupun bukan pada jam sekolah. Kami pernah membayangkan jika sekolah ini sudah benar-benar sepi, maksudnya sudah tutup, jadi tidak punya murid lagi, apa jadinya? Kemungkinan hal itu terjadi mungkin hanya 0,01% atau kurang. Lihat saja, bangunan sekolah ini sudah pasti sangat kuat tidak akan ambruk, jumlah murid pintar juga tidak sedikit, mereka adalah pahlawan, yang bisa menyelamatkan “gelar” sekolah favorit yang diberikan pada sekolah ini. Dan yang namanya ‘sekolah favorit’ itu tidak mungkin ditutup kan. Kami berharap sekali, nanti di masa depan (sekitar 15 tahun lagi) kami akan berada di sekolah ini lagi, bukan sebagai murid, tapi menjadi orang tua yang bangga anaknya bisa sekolah di sini.
               Sekolah kami punya 2 lapangan lho, lapangan tengah dan lapangan barat. Tapi yang lapangan barat (foto atas) dijadikan lahan parkir mobil, risih juga lihatnya. Apalagi kalau lagi pelajaran olahraga, lapangan ini jadi berisik banget, gara-gara bunyi nguing nguing (alarm maling-nya mobil kena bola). Mobil-mobil yang parkir disana bertambah banyak tiap taun ajaran baru. Karena sekarang murid kelas 10 yang dulunya dilarang bawa mobil ke sekolah, akhirnya diperbolehkan. Kondisi seperti ini pasti akan bertambah parah 5 tahun ke depan. Nah, maka dari itu kami berinisiatif untuk membayangkan, bagaimana jika Smala punya parkir bawah tanah (underground) kayak di mall-mall. Begini mungkin jadinya...

*taken by Nikon D40x-infrared-modified using fisheye lens

           Kira-kira seperti itu. Banyak sekali lho manfaat parkiran UG di sekolah itu. 
  • Pertama, kendaraan jadi lebih safe (aman), dan kalau hujan, mobil kalian nggak akan basah terkena air. Karena ini sekolah kami sendiri, jadi pastinya parkir ini gratis, atau harganya tetap dengan saat ini, yaitu Rp. 1000 saja. 
  • Kedua yaitu, melatih kerendahan hati. Murid-murid yang membawa mobil bagus tidak akan bisa dikenali oleh murid lain yang tidak mengenalnya, jadi secara tidak langsung mereka tidak bisa pamer mobil bagusnya. Memang ini hal kecil, tapi sangat berguna untuk membangun karakter kita dimasa depan.

Sekian. Semoga barokah :)