*taken by Nikon D40x-infrared-modified using fisheye lens
Inilah lapangan parkir sekolah kami 30 menit setelah bel pulang sekolah berbunyi. Yap, masih banyak mobil-mobil yang belum menghilang dari sana, anak-anak juga masih sibuk dengan kegiatan after school mereka masing-masing, intinya Smala tidak akan sepi walaupun bukan pada jam sekolah. Kami pernah membayangkan jika sekolah ini sudah benar-benar sepi, maksudnya sudah tutup, jadi tidak punya murid lagi, apa jadinya? Kemungkinan hal itu terjadi mungkin hanya 0,01% atau kurang. Lihat saja, bangunan sekolah ini sudah pasti sangat kuat tidak akan ambruk, jumlah murid pintar juga tidak sedikit, mereka adalah pahlawan, yang bisa menyelamatkan “gelar” sekolah favorit yang diberikan pada sekolah ini. Dan yang namanya ‘sekolah favorit’ itu tidak mungkin ditutup kan. Kami berharap sekali, nanti di masa depan (sekitar 15 tahun lagi) kami akan berada di sekolah ini lagi, bukan sebagai murid, tapi menjadi orang tua yang bangga anaknya bisa sekolah di sini.
Sekolah kami punya 2 lapangan lho, lapangan tengah dan lapangan barat. Tapi yang lapangan barat (foto atas) dijadikan lahan parkir mobil, risih juga lihatnya. Apalagi kalau lagi pelajaran olahraga, lapangan ini jadi berisik banget, gara-gara bunyi nguing nguing (alarm maling-nya mobil kena bola). Mobil-mobil yang parkir disana bertambah banyak tiap taun ajaran baru. Karena sekarang murid kelas 10 yang dulunya dilarang bawa mobil ke sekolah, akhirnya diperbolehkan. Kondisi seperti ini pasti akan bertambah parah 5 tahun ke depan. Nah, maka dari itu kami berinisiatif untuk membayangkan, bagaimana jika Smala punya parkir bawah tanah (underground) kayak di mall-mall. Begini mungkin jadinya...
*taken by Nikon D40x-infrared-modified using fisheye lens
Kira-kira seperti itu. Banyak sekali lho manfaat parkiran UG di sekolah itu.
- Pertama, kendaraan jadi lebih safe (aman), dan kalau hujan, mobil kalian nggak akan basah terkena air. Karena ini sekolah kami sendiri, jadi pastinya parkir ini gratis, atau harganya tetap dengan saat ini, yaitu Rp. 1000 saja.
- Kedua yaitu, melatih kerendahan hati. Murid-murid yang membawa mobil bagus tidak akan bisa dikenali oleh murid lain yang tidak mengenalnya, jadi secara tidak langsung mereka tidak bisa pamer mobil bagusnya. Memang ini hal kecil, tapi sangat berguna untuk membangun karakter kita dimasa depan.
Sekian. Semoga barokah :)